BB Messenger : 296 72 42D
info@ukafahrurosid.com

Tips Menghadapi Penggertak dan Penghinaan Sebagai Balasan Kehormatan Diri



Tips Menghadapi Penggertak dan Penghinaan Sebagai Balasan Kehormatan DiriTeman, rekan kerja, dan keluarga memang penting. Akan tetapi, tidak seorang pun berhak menghancurkan kebahagiaan, perkawinan anda, atau yang paling penting, harga diri anda dan anak-anak anda.

Anda adalah korban, selama anda mengizinkan dan atau membiarkan penghinaan atau perilaku buruk orang lain terhadap anda terus berlanjut. Pada akhirnya, anda harus menarik garis di suatu tempat dan menghadapinya sendiri dengan berani. Hanya andalah yang dapat menentukan untuk tidak akan membiarkan diri sendiri diinjak-injak.

Anda tidak harus menerima perilaku melecehkan dari siapapun dikarenakan posisi mereka atau asosiasi dan hubungan anda. Tidak seorangpun berhak menganiaya anda hanya karena mereka secara tidak sengaja berada dalam situasi yang mengusai dibandingkan dengan situasi anda.

Jika tidak demikian, orang tua akan berhak melecehkan anak-anak mereka, suami atau istri melecehkan pasangan mereka, dan pimpinan melecehkan bawahan mereka.

Sebenarnya, yang terjadi haruslah sebaliknya di mana mereka yang ditempatkan dalam tempat yang lebih menguntungkan haruslah berbaik budi. Biasanya, orang-orang takut dengan penggertak, takut dengan apa yang akan dilakukan beberapa orang jika mereka tidak selalu mendapatkan keinginannya. Ini adalah suatu urusan yang sulit. Akan tetapi, harap diingat bahwa anda tidak ditempatkan di dunia ini untuk menjadi karung pasir untuk berlatih tinju emosional.

Pertanyaan yang timbul: Apa yang akan anda lakukan dengan penggertak itu? Alih-alih takut menghadapi orang seperti itu, lebih baik bayangkan sebelumnya bagaimana anda akan berunding dengannya dan menjaga semangat anda agar tetap utuh. Alih-alih menerimanya dengan sengan hati, beberapa orang merasa lebih baik mengkhawatirkan perilaku orang lain. Kekhawatiran itu khususnya adalah diserang dengan kata-kata, dimaki atau diejek orang lain.

Seseorang penggertak biasanya adalah seseorang yang mencoba mengusai dan melecehkan orang lain. Jika secara kebetulan menjadi sasaran, anda memiliki pilihan untuk menghadapinya, atau membiarkannya melecehkan anda.

Terkadang, kita dianjurkan untuk mengabaikan perilaku buruk seseorang, mentoleransinya demi suatu hubungan yang baik atau demi nama keluarga. Selain itu, dinasihatkan juga bahwa selama perilaku itu tidak merugikan atau jahat, ia dapat diabaikan. Juga, sebagai pembenaran dikatakan bahwa orang ini telah berlaku sama buruknya terhadap semua orang. Namun, saya tidak setuju karena komentar yang bersifat iri hati dan perilaku meremehkan orang lain dari definisinya sendiri saja sudah berarti merugikan dan jahat.

Naluri dasar kita, ketika sakit hati atau marah adalah membalas dendam. Namun, itu tidak selalu berhasil karena seorang penggertak siap melakukan cara curang atau taktik licik yang tidak pernah diimpikan seseorang dengan integritas untuk menggunakannya.

Seorang penggertak menggunakan penipuan dan pelecehan untuk menyisihkan atau mendiskreditkan anda jika anda mengungkap perilakunya. Seorang penggertak akan berpura-pura menjadi korban demi melecehkan dan menguasai situasi. Taktik-taktik ini akan membuat orang yang digertak lebih marah dan terisolasi.

Langkah pertama untuk menghadapi penggertak adalah mengendalikan amarah anda dan jangan biarkan ia menghancurkan semangat anda.

Salurkan kemaran anda pada suatu yang positif dalam kehidupan anda dan jangan korbankan integritas anda. Memang sulit untuk mengabaikan seseorang seperti ini, tatapi ini dapat dilakukan jika anda mengalihkan dendam itu menjadi lelucon atau mengatakan kepadanya apa yang pernah ia katakana “Saya menyesal anda merasa seperti itu. Tetapi, apa yang saya katakana tadi sangat jelas”. Dengan kata lain, biarkan ia tahu bahwa anda tidak ingin membiarkannya menghina anda.

Teknik lainnya adalah dengan mengatakan kepadanya bahwa ia bertindak sopan dan berkata “Sepanjang yang saya ketahui, persoalan itu sudah selesai. Saya tidak ingin membicarakan persoalan ini lebih lanjut”. Akan tetapi, jika anda sekedar tidak tahan berada dalam ruangan yang sama dengannya, sebagai penyiksa anda, dan mungkin ia tidak mau meluangkan waktunya dengan anda, maka gunakan waktu sesedikit mungkin bersamanya. Ini tergantung pada situasi, anda dapat pergi atau menghindari berada bersama dimana si penggertak itu mungkin akan hadir.

Namun, jika ada seseorang yang telah menggertak anda di masa lalu, ingatlah kembali bagaimana anda menangani peristiwa itu dan apakah anda dapat menanganinya secara berbeda. Bagaimana perasaan anda sejak saat itu, akibat peristiwa itu dan bagaimana kiranya perasaan anda sekarang jika ada penggertak lain seperti itu? Apa yang dapat anda lakukan untuk mengubah keinginan anda menjadi suatu kenyataan?

Buatlah daftar dimana seorang mencoba melecehkan anda dan rancanglah solusi yang dapat dilakukan atau respon terhadap perilakunya.

Singkatnya, tanyakan pada diri sendiri apakah yang akan anda lakukan seandainya anda harus menghadapi orang seperti itu kembali.

Tulislah sebuah surat tanpa aturan apa pun yang harus diikuti dan diatas kertas mengenai cara menangani orang yang talah menggertak anda. Bacalah surat ini tiga kali. Akan tetapi, jangan kirimkan surat itu. Cara lain akan melepaskan perasaan anda yang terpendam.

Anda harus berfokus pada menjalankan hidup yang bahagia dan sukses serta menjadi orang yang sebaik mungkin. Para musuh dan penggertak merasa benci jika anda unggul dan naik lebih tinggi dari mereka serta dengan integritas utuh.

Fokuskan diri pada kebahagiaan anda dan tidak pada penggertak atau kepentingannya. Seorang penggertak berprilaku seperti itu karena merasa tidak cukup atau tidak aman dalam suatu hal.

Pertahankan jangka panjang terbaik untuk mengangani seorang penggertak adalah mempertahankan dan tetap membangun harga diri. Anda tidak boleh kehilangan hak anda untuk bahagia, meskipun anda menghadapi penggertak yang mencoba bertikai dengan anda.

Caranya terletak pada melalui peristiwa itu tanpa menjadi marah atau kehilangan integritas anda dan tetap focus pada tipe manusia ideal idaman anda.

Ketahui dan sadarilah bahwa para penggertak mentargetkan anda karena anda memiliki sifat-sifat yang membuat mereka iri dan merasa tidak memadai dalam beberapa hal.

Tujuan anda seharusnya untuk menikmati hidup dan tidak membiarkan seseorang menghancurkannya atau menghinanya.

Baca Juga Artikel Terkait







Tinggalkan Komentar



2 Respones to "Tips Menghadapi Penggertak dan Penghinaan Sebagai Balasan Kehormatan Diri"

Anonim mengatakan...

SIAP MENCOBA


1:37 PM
Anonim mengatakan...

Yang jadi masalah bukan menghadapi si penggertak. Tapi atasan berada di pihak dia. Jadi apa yang di "masukin" dia ke atasan selalu di anggap baik. tapi kalau kita yang kasih masukan selalu di anggap sepele...payah.....


10:45 AM

Poskan Komentar

Previous Article Next Article
Home
 

About Me - Administrator

Admin Netpreneur Blog Indonesia - Ukafahrurosid.com
UKA FAHRUROSID
a 29 years old. I've completed college degree from Education University of Indonesia (UPI)-Bandung, West java, Indonesia in 2011.
Learn on this blog since 10th of November 2008. Now, just to innovate to make Netpreneur Blog Indonesia has many visitors, so my main goal in blogging can be achieved is to optimize blogs as a means of promotion, income and relationships.